Kamis, 17 Maret 2016





WASPADA DBD
Demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau/ beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai "breakbone fever" atau "bonebreak fever" (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah. Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.
Penderita penyakit DBD di Indonesia
Saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua penderita DBD setelah Brazil. Bahkan menurut data Kementrian Kesehatan tahun 2009-2011 jumlah kematian akibat DBD di Indonesia mencapai 1.125 kasus. Data tersebut sekaligus menempatkan Indonesia di Asia Tenggara sebagai negara tertinggi dalam kasus penyakit DBD.Sedangkan menurut data Kementrian Kesehatan Indonesia tahun 2013, jumlah penderita DBD di seluruh 31 provinsi mencapai 48.905 orang, termasuk 376 orang diantaranya meninggal dunia. Jadi, pada dasarnya DBD adalah penyakit yang sangat umum di Indonesia.
Langkah pencegahan penyakit DBD
Meski hingga saat ini belum ada vaksin yang bisa menangkal DBD, namun beberapa langkah pencegahan penyakit ini bisa Anda lakukan, diantaranya:
  • Mensterilkan rumah atau lingkungan sekitar rumah Anda, misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk.
  • Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
  • Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah Anda.
  • Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda.
  • Memasang kelambu di ranjang tidur Anda.
  • Memakai anti nyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif. Namun jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
  • Mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi Anda dari gigitan nyamuk.



Penyebab Demam Berdarah Dengue dan Penularannya.
Seseorang bisa terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) apabila digigit oleh nyamuk (terutama) Aedes Aegypti yang mengandung Virus Dengue. Terdapat empat jenis (serotipe) virus dengue yang dapat menyebabkan DBD, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Infeksi terhadap salah satu serotipe hanya akan membentuk antibodi (kekebalan) terhadap serotipe yang bersangkutan, sehingga antibodi tersebut tidak dapat melindungi terhadap ancaman infeksi stereotipe yang lain. Oleh karena itu seseorang yang pernah terkena DBD masih mungkin terkana lagi (hingga 4 kali, untuk 4 serotipe). Berdasarkan penelitian serotipe yang paling dominan di Indonesia adalah DEN-3 yang dapat menimbulkan gejala yang berat. Virus Dengue ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektornya (pembawa). Nyamuk Aedes albopictus dan Aedes plynesiensis juga bisa menularkan virus ini, namun kasusnya jarang.

Ciri-ciri nyamuk Aedes penyebab demam berdarah ini antara lain :
1 Mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan kakinya,
2.Berkembang biak di air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100 – 200 meter,
3.Sifat khas nyamuk aedes ini menggigit pada waktu siang hari yaitu pagi dan sore,
4.ketika istirahat biasanya ia hinggap di gantungan baju,
5. Ketika mengigit badan tidak nungging,
6. kalau nungging nyamuk anopheles (penyebab malaria).
7.Berkembang biak pada air yang bersih (tidak bertanah) seperti pada bak mandi, tempayan, tempat minum burung dan barang-barang bekas yang tergenang air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar